BULAN GUS DUR

Madu 2020-12-03 Ahmad Muzammil


Gus Dur merupakan sosok muda kala itu yang mendorong NU untuk kembali ke-khitthah-nya sebagai jam'iyah diniyah ijtima'iyah. Mengenang Gus Dur,  yang paling urgen dan vital adalah terus menerus menyuarakan penegakan khittah nahdliyah baik pada level orang-per-orang sebagai warga NU apalagi pada level organisasi.

Situasi terkini lebih menuntut NU untuk tegak di atas khitthah-nya agar berada di tengah (tawassuth), tidak miring ke kanan maupun ke kiri (i'tidal) supaya NU menjadi payung besar ummat Islam dan payung besar berbagai kelompok kebangsaan. Rumusannya sudah jelas; Pertama, ukhuwwah Islamiyah. Kedua, ukhuwah wathaniyah dan ketiga, ukhuwah basyariah. Tidak ada kata lawan atau musuh bagi NU, semuanya adalah saudara sesuai prinsip di atas.

Apabila ada oknum di dalam NU, siapapun orangnya, yang selalu menyerukan lawan dan lawan.. dst,  berarti dia sedang tidak menjalankan khitthah nahdliyah sebagaimana diperjuangkan oleh Gus Dur. Oleh karenanya oknum-oknum tersebut jangan diikuti, tapi diingatkan dengan cinta dan semangat persaudaraan.

Melalui sikap tawassuth, i'tidal, apalagi ditambahi dengan tasamuh (toleran mengahadapai berbagai perbedaan) dan tawazun (seimbang), NU tidak akan menjadi korban manuver-manuver politik baik yang diakukan oleh politikus dalam negeri maupun luar negeri.

Hiruk pikuk yang terjadi akhir-akhir ini, merupakan bagian dari upaya penguasaan demi penguasaan atas sumber daya alam, ekonomi dan politik oleh para oligarkh. NU dengan Khitthah-nya akan terbang ke angkasa melihat semuanya dengan jernih dan tidak terjebak menjadi salah satu pihak yang ter-adu. NU mengatur irama musik, bukan menjadi penari yang mengikuti irama yang ditabuh oleh para oligarkh.

Selamat untuk orang tua kita bersama.. Gus Dur, semoga berada pada tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW.

 

Tulisan ini juga diterbitkan di:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4097077926986483&id=100000529489262

 

#SemutKhittahNU

Editor: Fahmi