Kita Hidupkan Pikiran Positif

Madu 2020-06-27 Ahmad Muzzammil


Kita Hidupkan Pikiran Positif"

Oleh : Ahamd Muzzammil

 

Corona atau covid-19 itu memang ada, tapi menurut saya yang bukan dokter ini,  dia tidak segawat dan sesadis yang diberitakan. Kita semua tahu bahwa yang terpenting dari sebuah berita adalah menarik. Menarik untuk diperhatikan, didengarkan, dibaca atau ditonton. 

 

Salah satu pemicu berita itu menjadi menarik bukan terletak pada benar atau baiknya. Justru masyarakat sekarang tidak begitu tertarik pada hal tersebut. Daya tarik berita itu terletak pada kemampuannya merangsang emosi ; menghibur atau menyenangkan, menakutkan atau membuat orang marah. Semakin menghibur, menakutkan dan/atau menjadikan marah, semakin menarik suatu berita. Maka nasib kita sebagai penikmat berita adalah dihibur, ditakut-takuti atau dipancing kemarahannya.

(Gak perrcaya?  Rasakan sendiri)

 

Nah, termasuk hal ini pemberitaan tentang covid-19. Beritanya bombastis sehingga semua media kebanjiran pembaca dan penonton. Semua orang mulai dari pusat kota sampai pelosok desa, dipucuk gunung, di tengah hutan, tengah pesawahan, jangan sampai ada yang tidak terjangkau, semua harus merasakan  ketakutan akan corona.

 

Dan kalau saya pikir-pikir, pemerintah, dinas kesehatan, gugus tugas covid-19 juga sama, yakni lebih kepada arah bagaimana masyarakat  menjadi betul-betul takut kepada corona daripada membangun pikiran positif. Bahkan tokoh agama dan siapapun yang biasa berbicara di depan umum, diajak ikut "menakut-nakuti" masyarakat dari corona yang katanya mematikan tersebut.

 

Kampanye negatif menjadi legal dan terpampang di mana-mana. Bahkan bukan hanya legal, tapi harus dan wajib. Sebaliknya kampanye positif dianggap kontra produktif bahkan melawan arus dan bisa dipidana. Weh weh weh, pola pikir manusia sedang jungkir balik. Jangan coba coba bilang corona itu kecil. Bilang biasa saja bisa menjadi perkara. Dia harus luar biasa. Hmmmmhmmm

 

Saya mau bercerita fakta yang saya alami sendiri, tapi kok sepertinya mukaddimahnya sudah kepanjangan padahal saya tahu anda tidak suka baca lama. Maka ceritanya besok saja. Sekarang berhenti dulu, ngopi atau nge-es. Yang penting happy.

 

#berpikirpositif

#jangantakutcorona

 

halaman selanjutnya>