Gak Bisa Dibohongi Dan Diadu (2)

Madu 2019-07-14 Ahmad Muzzammil


Tanpa sikap tawassuth (tengah-tengah atau dang-sedang), ditengah kompleksitas persoalan kemanusiaan, ekonomi, politik dan budaya, tampaknya sulit untuk bisa mengikuti petunjuk Allah swt dan Rasulullah saw. Ambil saja beberapa contoh:

Allah swt menunjukkan kita agar tidak melecehkan dan merendahkan pihak lain, langsung atau tidak langsung, melalui ucapan, perbuatan dan sikap, temasuk melalui tulisan ilmiah, populer atau esai lepas sebagaimana dalam firmannya:

(یَـٰۤأَیُّهَا لَّذِینَ ءَامَنُوا لَا یَسخَر قَو مِّن قَومٍ عَسَىٰ أَن یَكُونُوا خَیا مِّنهُم وَلَا نِسَا مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن یَكُنَّ خَیا مِّنهُنَّ وَلَا تَلمِزُوا أَنفُسَكُم وَلَا تَنَابَزُوا بِلأَلقَـٰبِ بِئسَ لِسمُ لفُسُوقُ بَعدَ لإِیمَـٰنِ وَمَن لَّم یَتُب فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ لظَّـٰلِمُونَ)

"Wahai orang-orang yang telah beriman, janganlah suatu golongan meremehkan golongan lainnya, (karena) bisa jadi mereka yang diremehkan lebih baik daripada yang meremehkan, dan janganlah pula sekelompok perempuan meremehkan sekelompok perempuan lainnya, karena bisa jadi mereka juga lebih baik daripada yang meremehkan. Janganlah kalian mencela diri kalian sendiri (maksudnya: mencela pihak lain sama dengan mencela dirinya sendiri) dan janganlah saling melontarkan sebutan buruk atau stigmatisasi. Seburuk-buruk nama atau sebutan itu adalah kefasikan setelah beriman. Dan barang siapa yang tidak bertaubat (berhenti melakukan hal-hal diatas) maka merekalah orang-orang yang dhalim." (Al-Hujuraat:11)

Perilaku diatas memang semestinya tidak menjadi perilaku orang yang telah beriman. Akan tetapi hari-hari ini menjadi realita dan fakta sosial dalam keseharian, baik di alam nyata non Maya apalagi di alam nyata Maya. Salah satu penyebabnya adalah berlebihan dalam membela dan mendukung serta menggandrungi tokoh idola, golongan atau kelompok, alias tidak tawaasuth.

Lawan dari tawassuth adalah tatharruf yang artinya berlebihan. Dengan sikap tatharruf, manusia bisa buta dan tuli. Jangankan terhadap nasehat manusia, Firman Tuhan pun mereka abaikan. Meskipun anehnya, seringnya dilakukan dengan mengatas namakan Tuhan. Padahal Tuhan sendiri tidak mengajarkan tatharruf.