"Kudapun Tak Mau Menginjak Anaknya"

Madu 2019-06-08 Ahmad Muzzammil


Kasih sayang diproklamirkan Allah swt sebagai alasan penciptaan seluruh makhluknya. Oleh karenanya, Beliau memerintahkan agar kasih sayang pula yang menjadi landasan interaksi antar sesama makhluk. Antar bapak dan ibu, orang tua dengan anak, pemimpin dengan yang dipimpin, atasan dan bawahan, penjual dan pembeli, manusia dengan manusia, manusia dengan hewan, tumbuhan, dan seluruh isi jagat Raya. Para Nabi dan Rasul juga diutus karena kasih sayang Nya. Nabi Muhammad diumumkan, " kami mengutusmu Muhammad, tanpa motivasi lain selain sebagai kasih sayang kepada alam semesta" ( wamaa arsalnaaka illa rohmatan lil 'alamiin, qs al anbiya' ;107). Al qur'an diturunkan sebagai kasih sayang Nya juga kepada semua( al an'am 157,al isra'; 82.dll).

Kasih sayang Allah tiada batasnya. Rasulullah saw mengibaratkan, " Kasih sayang(rohmah) itu ada 100, yang 99 digenggam sendiri oleh Allah swt dan yang 1 diturunkan ke muka bumi. Dengan 1 rohmah itu seluruh penghuni bumi saling menyayangi sampai menggerakkan seekor induk kuda mengangkat kakinya agar tidak menginjak anaknya"(HR. Bukhari).

Dengan kekuatan 1% dibandingkan dengan 99% ,kasih sayang manusia merupakan sambungan atau aliran dari kasih sayang Allah. Oleh karenanya maka dinamakan silaturrahim dari kata shilat(h) yang artinya sambungan atau menyambung dan al rahim yang artinya kasih sayang. Orang-orang yang bermusuhan, merugikan,menyakiti dan menganiaya atau mendhalimi pihak lain, dikategorikan memutus sesuatu yang oleh Allah diperintahkan untuk disambungnya. Termasuk melakukan kerusakan dimuka bumi. Mereka oleh Allah swt digolongkan orang -orang fasik yang berhak mendapatkan murka dan laknatnya serta tergolong orang-orang yang rugi(al baqarah; 27, al ra'd:25).
Semoga kita tidak termasuk didalamnya.

Ngopi dulu. Lanjut besok?! 
Madura, 8-6-2019/4 syawwal 1440.