"Islam" dan "Kafir"

Madu 2019-06-09 Ahmad Muzzammil


Coba perhatikan alam semesta baik per unit maupun secara totalitas, kita akan menemukan keberbedaan dan kemenyatuan. Berbedanya bukan bertabrakan dan saling meniadakan, tapi menjalankan fungsinya masing-masing untuk satu tujuan. Supaya tidak terlalu jauh, lihat saja tubuh kita yang terdiri dari berbagai organ fisik, psikis dan rohaniyah yang berbeda-beda, tapi tetap satu tubuh dan satu tujuan pula.

Islam itu ke menyerah an ( saya tidak pakai kata pasrah) kepada kodrat Tuhan. Untuk mencapai satu tujuan dengan alat, jalan dan cara yang berbeda-beda itu kodrat/ketentuan/sunnah Tuhan. Menyerah kepada Tuhan atas taqdir tersebut, lalu menjadikannya sebagai pola pikir dan bersikap dalam kehidupan, itulah "Islam".

Ada sebagian orang yang berpikirnya berhenti pada keberbedaan, tidak berlanjut kepada apa dan bagaimana fungsi dari keberbedaan, bahkan sampai pada tahap menolak keberbedaan, itulah kufur kepada kodrat Tuhan, dan orangnya disebut Kafir. Keberbedaan diri atau kelompoknya dengan pihak lain dijadikan ideologi, pola pikir dan cara bersikap, maka lahir egoisme kelompok, egosentrisme, keangkuhan dan kesombongan bahkan pemusnahan kelompok lain yang berbeda. Ber kuping satu dan bermata satu: dajjal.

Cara pandang satu sisi dengan satu mata dan mendengar dengan satu telinga bahkan ada yang tidak mau melihat dan mendengar selain dengan dari kelompok dan golongannya sedang merebak dan eksis di negeri tercinta ini. Setiap realita dipandang dengan satu pola dan cara pandang, sehingga yang lahir adalah sikap penolakan dan penghakiman tanpa empati blas. Maka masing - masing menolak yang lainnya tanpa mau mempelajari apa, kenapa dan bagaimana nya secara komprehensif.

Lahirlah Islam phobia, syari'ah phobia, khilafah phobia, arab phobia, barat phobia, china phobia, sosialisme phobia, kapitalisme phobia, materialisme phobia, idealisme phobia, kristen phobia, dan phobia-phobia yang lain. Dan jangan lupa, lahir pula Islam mania, syari'ah mania, khilafah mania, materialisme mania,idealisme mania, sosialisme mania, kapitalisme mania, china mania, arab mania, pancasila mania, bahkan jokowi mania, prabowo mania, dan mania-mania yang lain.

Saya kira, hanya butuh satu cara dan sikap, yaitu ber Islam. "ASLIM TASLAM ( ber Islam lah, maka kamu akan selamat) ",seru Rasulullah saw. 
Semoga.

Madura, 5 Syawal 1440H