Membaca Zig Zag

Madu 2021-04-14 Ahmad Muzammil


Kalau ada waktu, coba cari di Google (mesin pencari, red.), mana yang lebih banyak: "perseteruan" antara ummat Islam dengan pihak luar Islam atau “perseteruan” internal sesama muslim. Entah antara Sunni-Syiah, Syiah-Wahhabi, Wahhabi-NU, NU-FPI, NU-HTI, Muhammadiyah-NU, Muhammadiyah-HTI, Muhammadiyah-FPI, dll.

Nanti akan ketemu, sebenarnya kita suka ribut dengan siapa dan meributkan tentang apa.

Sebenarnya ini hanyalah persoalan membaca. Oleh karenanya perintah pertama dalam al Qur'an itu membacalah. Bukan shalat-lah, naik haji-lah atau dirikanlah ormas atau partai.

Sebagian besar, linear dan satu alur dalam membaca. Maka untuk peningkatan kedepan,marilah kita latihan zig zag dan lebih lincah lagi dalam membaca.

Misalnya begini: membaca masa kini dengan kaca mata masa kini, masa kini dengan kaca mata masa lalu, masa kini dengan frame masa depan, masa lalu dengan kaca mata masa kini, masa lalu dengan frame masa depan, masa lau dengan frame masa lalu, masa depan dengan frame masa depan, masa depan dengan frame masa kini, masa depan dengan frame masa lalu,

Membaca pihak lain (lain agama, lain aliran, lain ormas, lain partai, dll) dengan kaca mata diri sendiri, dengan kaca mata pihak lain, dengan kaca mata pihak lain, membaca diri sendiri dengan kaca mata diri sendiri, membaca diri sendiri dengan kaca mata lihak lain, dan seterusnya dan seterusnya.

 

#semutkhitthahnu

#skhnu

Editor: Fahmi