NU Itu Tongkat dan Tasbih (NU Sakti)

Madu 2021-02-10 Ahmad Muzammil


Saya kira semua sudah paham (kecuali yang belum), bahwa isyarat langit restu pendirian Jam'iyah Nahdlatul Ulama (perkumpulan kebangkitan ulama) yang untuk lebih mudah disingkat NU ini, berasal dari pengutusan guru kami, KHR. As'ad Syamsul Arifin muda oleh gurunya, seorang waliyullah al Arif Billah, Syaekhona Muhammad Kholil Bangkalan, untuk menyampaikan tongkat dan tasbih disertai bacaan Yaa Jabbar Yaa Qohhar x3 kepada murid kinasihnya: KH. Hasyim Asy'ari.

Dari sejarah tersebut, menurut saya, bahwa NU itu ya tongkat dan tasbih itu. Tidak lain tidak bukan. Kedua-duanya, baik tongkat maupun tasbih, sama-sama alat atau wasilah, bukan tujuan atau ghayah.

Jadi NU itu alat atau jalan, bukan tujuan. Sesuai sejarah penyerahan tongkat dengan sambil dibacakannya surat thoha ayat 17 sampai dengan 21, sudah jelas bahwa tongkat tersebut alat gembala agar gembalaan bisa aman dan sejahtera. Karena NU adalah organisasi nya para ulama dan pada pundak merekalah amanah kenabian dititipkan.

Sedangkan tasbih juga alat untuk berdzikir, mengingat Allah swt agar manusia tidak lupa akan jalan kembali nya kepada pemilik alam semesta.

Dengan demikian, semua ulama NU, melalui NU, dengan alat NU, melalui jalan NU, mengemban amanah kenabian, yaitu mengatur kehidupan sementara di dunia agar gembalaannya aman dan sejahtera, juga menjaga eksistensi agama.

Alhamdulillah, kini NU telah memasuki usia 98 tahun dalam hitungan qomariah dan 95 tahun dalam hitungan syamsiyah. Dengan bekal tongkat dan tasbih, meskipun dalam dinamika sosial politik dan ekonomi, mengalami berbagai ujian dan rintangan, bahkan hambatan, dari luar dan dalam, NU menunjukkan ke-sakti-annya.

Seseorang yang “menyusup" ke dalam salah satu underbow nya NU, terkuak topeng dan tabirnya. Dua orang Putri Allah Yarham Gus Dur, yaitu Mbak Lissa dan Mbak Yenni Wahid telah mengeluarkan sabdanya. Begitu juga mantan Waketum PBNU dan Sekjen PBNU, dan lain lain. Meskipun ada segelintir "kader" yang selama ini terpapar oleh oknum dan gerbongnya, yang masih belum "bangun" atau "siuman".

Semoga ini semua menjadi pelajaran dan bekal bagi kita semua,  bahwa NU itu tongkat dan tasbih. Jangan main-main dengan NU.

Dengan usia yang sudah cukup tesebut, kita berharap semua warga NU bisa mencapai cita-cita dalam aman dan damai, berkontribusi besar bagi tercapainya cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

Semoga,

 

#harlahnu95

#harlahnu98

#semutkhitthahnu

Editor: Fahmi