HAUL MAJEMUK KELUARGA BESAR PONPES SUKOREJO 2020 (II)

Lingkar 2020-01-13 Joenoes Bachtiar


Para pejuang banyak ditampung di pesantren, menyusun taktik sekaligus sebagai markas penyusunan strategi melawan penjajah. Hal ini yang akhirnya KHR. As'ad Syamsul Arifin dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

 

Proses pembelajaran pada masa awal pesantren dilaksanakan melalui sistem sorogan dan bandongan, hingga kemudian Kiai As’ad pada tahun 1928 memperkenalkan dan mengembangkan sistem pembelajaran klasikal dengan didirikannya berbagai lembaga pendidikan, seperti Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, SD, SLTP, SLTA sampai perguruan tinggi.

 

Dalam upaya memberikan kontribusi terhadap pendidikan yang sesuai kebutuhan zaman, berbagai lembaga pendidikan kejuruan dan keahlian pun didirikan, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Lembaga Kader Ahli Fiqh Ma’had Aly dan Madrasatul Qur’an sebagai lembaga kajian dan pendalaman ilmu-ilmu Al Qur’an. Lembaga-lembaga informal seperti kursus dan pelatihan juga turut mewarnai perkembangannya.

Urutan Pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo :

 

KHR. Syamsul Arifin (1908 – 1951)

KHR. As’ad Syamsul Arifin (1951 – 1990)

KHR. Fawaid As’ad (1990 – 2012)

KHR. Ach. Azaim Ibrahimy (2012 – sekarang)

 

Sekitar jam 07.00 pagi acara dilaksanakan di masjid utama di pesantren. Diikuti oleh perbagai lapisan masyarakat yang datang dari penjuru kota di seluruh Indonesia. Para alumni, para santri juga para wali santri serta masyarakat umum ikut memeriahkan puncak acara Haul Majemuk ini.

 

Bagi santri tentunya ini menjadi pengingat bahwa para pendahulu kita atau para masyayikh pernah berjuang untuk kemajuan pendidikan di tanah air. Memperkokoh persatuan umat dan seluruh bangsa.

 

Bagi para alumni Haul ini bisa menjadikan tolak ukur  kemajuan pendidikan yang terjadi dari masa ke masa. Mempertemukan kembali dengan suasana masalalu bersama dengan teman seperjuangan semasa masih menuntut ilmu.

 

Dan bagi masyarakat luas yang telah secara  antusias mengikuti acara sejak awal bisa meneladani serta menjadikan acara Haul Majemuk ini sebagai contoh dan suri tauladan yang baik dari perjuangan para masyayikh sehingga menjadi lebih baik lagi untuk masadepan umat dan kehidupan berbangsa dan bertanah air.

 

Pada kesempatan terakhir, Semoga Haul Majemuk ini membawa barokah bagi kita semua. Membuat kemajuan didalam khasanah ilmu dan pendidikan Islam. Sehingga bisa membawa manfaat bagi kita, bagi seluruh lapisan masyarakat luas pada umumnya. 

 

<Halaman Sebelumnya

 

Ditulis oleh :

Joenoes Bachtiar untuk SKHNU

Sukorejo, Senin 13 Januari 2020