CORONA VIRUS

Artikel 2020-01-31 Joenoes bachtiar


Di negeri asalnya, di Tiongkok, tahun ini masyarakatnya  tidak bisa merayakan Tahun Baru Imlek dengan penuh sukacita seperti tahun-tahun sebelumnya. Virus corona menjadi penyebabnya. Virus baru yang mewabah ini kini menjadi momok bukan hanya di Cina tapi bagi sebagian besar penduduk dunia.

Diawali dengan gejala demam tinggi ; berlanjut dengan pneumonia ; turunnya fungsi paru-paru ; sesak nafas bahkan hingga gagal ginjal kemudian bisa berlanjut dengan kematian. Saat ini jangankan obatnya, vaksinnya saja belum ada.

Pemerintah Cina saat ini tengah berpacu dengan waktu. Meneliti menganalisa dan mencoba memahami dari penyebab terjadinya virus yang sangat mematikan ini. Evakuasi berjalan secara besar besaran kepada para korban yang terus berjatuhan. Tenaga medis dikerahkan dari berbagai kota seluruh daerah di Cina termasuk tenaga medis yang berasal dari militer juga ikut dikerahkan. Konon kabarnya mereka bekerja nonstop tanpa istirahat disebabkan banyaknya korban yang terus berjatuhan dari masyarakat.

Bagi negara barat khususnya Amerika yang selama ini melakukan "perang" dagang dengan Cina, wabah virus ini menjadi senjata mematikan untuk "membunuh" Cina. Banyak dari media barat ini memberitakan informasi yang sama sekali tidak aktual dan benar lebih condong kepada hoax. Kisah kisah dramatis misal "10.000 orang mati di Wuhan" atau Wuhan sebagai kota "neraka hidup" bagi warganya dan lain sebagainya. Bahkan ada potongan video yang beredar melalui youtube bahwa mereka meminta tolong kepada dunia luar supaya bisa menyebarkan seluas mungkin informasi  tentang ketidak mampuan pemerintah menanggulangi bencana. Karena tidak ada "kebebasan" demokrasi di tiongkok dan dia mempublikasinya dengan "tingkat resiko" pribadi yang sangat tinggi.

Berita berita liar semacam itu sangatlah mudah dicerna oleh masyarakat di negara kita. Dan sebagai konsumen Media Barat sekali lagi kita menjadi korban.

Sepertinya sudah menjadi kebiasaan terutama di dunia maya, masyarakat kita menyantap berita apa saja yang sesuai dengan seleranya. Segala macam persoalan yang ada dijadikan bahan nyinyir, olok-olokan, saling hujat antara satu dengan lainnya. Banyak yang terjebak oleh pro dan kontra sebab media juga sangat mendukungnya. Sangat sedikit media atau pendapat seseorang yang bijak menjadi patokan di dalam cara berpikir yang sehat dan kalau pun ada jumlahnya sedikit sekali dan menjadi sangat tidak populer.

Sebenarnya jika hal ini terus saja dilakukan maka sampai kapan pun masyarakat kita ini menjadi terpecah-belah. Jangankan untuk melakukan pencegahan terhadap datangnya virus corona, untuk bergandengan tangan saja sepertinya sangat susah untuk dilakukan.

Celakanya, jika hal ini terjadi terus-menerus berlangsung maka lama-kelamaan akan menjadi penyakit baru di luar wabah virus corona. Virus pecah-belah yang tumbuh subur di negeri ini menjelma sebagai penyakit kronis yang susah untuk disembuhkan.

Benar seperti apa yang dikatakan Sahabat Ali didalam sebuah kitab yang terkenal karya agung Syekh Abdul Qodir Al Jaelani yang berjudul 'Futuhul Ghoib' bahwa ;

"Sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada bagian yang jika bagian itu rusak maka akan rusaklah seluruh badan Dan jika baik bagian badan itu maka akan baiklah seluruh badan, Bagian badan itu adalah hati."

 

Bersikap dewasa dan bijaksana adalah penangkal ; vaksin ; terbaik untuk menangkal datangnya virus apapun itu termasuk virus corona. Nyinyir dan saling hujat bukan malah menyelesaikan masalah tapi akan menjadi mudah virus itu masuk dan menjadi virus baru yang akan menjadi penyakit yang secara tidak langsung akan terlindungi dengan sendirinya.

Setiap diri yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri akan membawa manfaat kepada sesamanya. Kebijaksanaan dalam menanggapi berita atau informasi menjadi perisai ; imun terkuat yang bisa bermanfaat bagi yang lain. Jika ini benar benar terjadi maka kita semua di negeri ini akan hidup secara damai. Sedamai perayaan Imlek di Singkawang.

Selamat Tahun Baru Imlek "Gong Chi Fat Choi" dan Selamat merayakan Hari Cap Go Meh buat seluruh saudara Tionghoa dimana saja berada. Semoga kita semua senantiasa didalam damai.

 

Joenoes_bachtiar Bangkalan, January 2020.

<halaman sebelumnya

_______

editor ; ob_semut