CORONA VIRUS

Artikel 2020-01-30 Joenoes bachtiar


CORONA VIRUS

Bagi masyarakat Tionghoa dimanapun berada Imlek adalah peringatan pergantian tahun baru yang paling ditunggu-tunggu. Diawali dengan hari pergantian tahun, perayaannya berlangsung padat sampai hari Cap Go Meh tiba lima belas hari kemudian yang menjadi puncak acaranya.

Begitu juga yang terjadi di negara kita di kota pontianak. Sebagian besar masyarakatnya adalah etnis Tionghoa dan merupakan suku Singkawang di pulau Kalimantan. Di sini, berbeda dengan perayaan imlek yang terjadi di belahan kota lain penjuru dunia, di Singkawang mereka merayakannya dengan hal yang sedikit berbeda. Perayaannya yang meriah ditandai dengan pembukaan di hari pertama tahun baru Imlek antara budaya Tionghoa yang bercampur  dengan kearifan lokal asli masyarakat Kalimantan yang ada. Tatung ; Orang pintar ; Dukun ; Guru ; Sesepuh ; melakukan sebuah ritual panjang.

Menjadi seorang Tatung ; tidaklah mudah. Menurut kepercayaan mereka, menjadi seorang Tatung adalah jodoh bukan karena keinginan. Sebab yang memilih mereka menjadi seorang Tatung adalah roh ; leluhur ; guru ; yang pernah hidup di masa lampau. Ketika pilihan jatuh kepada seseorang, maka siap atau tidak siap pilihan itu harus diterima. Baik laki-laki ataupun perempuan.

Tatung di sana melakukan berbagai ritual, yang paling menarik adalah ritual yang menggunakan senjata tajam dan ditujukan kepada dirinya. Seperti upacara di masyarakat bali yang terkenal dengan nama Tari Barong. Tarian ini adalah tari yang paling suci di Bali, melambangkan terjalinnya baik dan jahat serta kompleksnya hubungan antara manusia dan supranatural. Dalam cerita Barong dan Ragda, ditampilkan beberapa pria bersenjatakan keris yang coba menusukkan senjata tersebut ke tubuh mereka sendiri di bawah pengaruh Ragda. Akan tetapi, upaya itu digagalkan oleh Barong. Itulah sebabnya mengapa figur Barong kerap dikaitkan sebagai pelindung masyarakat desa di Bali.

Di Singkawang. Baik pedang, tombak, atau apapun senjata tajam lainnya tidak akan dapat melukai tubuhnya. Ada yang ditusukkan ke perut, leher, bahkan berdiri sambil menari dengan kaki telanjang diatas pedang ; tombak ; yang sangat tajam. Mirip debus yang ada di banten.

Dipimpin oleh seorang Tatung yang menjadi pemimpinnya, para Tatung tadi bergerak diarak dan beberapa peserta juga akan "kemasukan" roh secara massal. Di jawa sering disebut dengan kesurupan, namun yang berbeda di singkawang, para Tatung dan sebagian peserta yang "kemasukan" roh tadi tidak akan mengganggu dan mengancam keselamatan para penonton yang menyaksikan acara selama perayaan berlangsung yang telah datang dari seluruh penjuru negeri dari bermacam suku agama dan wisatawan asing yang hadir.

Ritual tahunan ini diadakan secara rutin setiap pergantian tahun cina yang bertujuan untuk mengusir Roh Jahat ; Hawa negatif ; ancaman buruk ; yang bisa membawa bencana bagi kota dan seisinya sehingga kota dan penduduknya akan aman damai dan senantiasa mendapat berkat dari Tuhan.

Cukup menarik bukan ?

halaman selanjutnya> 

_________

editor ; OB_Semut